Musik Dan Kecerdasan Bayi

Musik sudah menjadi trend dalam hidup, hampir setiap waktu kita mendengarkan alunan nada indah tersebut. Bukan hanya sekedar hiburan musik juga bisa menghilangkan stres, memunculkan inspirasi dan sebagainya. Dan yang mulai digandrungi pada saat ini adalah penelitian yang mengatakan bahwa musik bisa meningkatkan kecerdasan bayi saat masih dalam kandungan.

Cara kerjanya sangat sederhana dimana sang ibu mendengarkan musik secara langsung maupun menggunakan alat yang sudah ada dengan santai, musik yang dianjurkan adalah musik klasik, dimana nada musik tersebut sangat baik. Trend mencerdaskan bayi dengan musik bukan sekedar trend dimana banyak penelitian yang mendukungnya.

Al-Qur'an Dan kecerdasan Bayi
Bila trend mencerdaskan bayi dengan musik datang dari dunia barat dan mereka menganggap hal itu sebagai karya mereka, dalam Islam sebenarnya sudah ada sejak 1400 tahun yang lalu. Dalam islam sangat dianjurkan membaca atau mendengarkan Al-Qur'an bagi Ibu yang sedang hamil hal ini bertujuan agar sibayi menjadi orang yang shaleh, pintar dan tentu saja bermanfaat bagi dirinya sendiri, orang tua, agama dan bangsa.

Al-Qur'an yang dibaca oleh sang ibu menurut saya lebih efektif dibanding dengan mendengarkan musik dimana sang bayi akan langsung mendapatkan pendidikan dari sang ibu secara langsung. Selain itu Al-Qur'an adalah nada yang paling indah sepanjang masa dimana tidak harus mempunyai suara indah untuk membuat nada yang dibaca menjadi indah. Siapa saja yang membaca, bagaimanpun cara membacanya asalkan sesuai dengan cara bacanya maka alunan yang keluar pasti sangat indah dan menyejukan.

Pilihan anda sebagai orang tua tergantung dari anda mendengarkan musik atau membaca/mendengarkan Al-Qur'an dalam upaya mencerdaskan sang bayi. Yang jelas dalam islam semua sudah ada, walaupun sebagian besar anjuran yang ada belum dilakukan penelitian yang mendukung tetapi semua anjuran dalam Islam adalah anjuran menuju kebaikan buat semua mahluk hidup didunia.

2 komentar:

  1. Balasan
    1. maksih banyak, sebenarnya malu juga nerbitin tulisan kayak gini, kayaknya gmana gitu masih acak-acakan, cuma sekedar pembelajaran saja buat penulis, setidaknya dengan tulisan seperti ini penulis belajar menulis,

      Hapus