Penggabungan Mata Uang Negara ASEAN

ASEAN adalah gabungan dari 10 Negara yang terletak di Asia Tenggara yitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Philipina, Brunai Darussalam, Laos, Kamboja, Vietnam dan Timur Leste. Banyak kerja sama dan Organisasi dalam segi politik, ekonomi dan sosial yang dibentuk Hal ini tidak lain untuk meningkatkan kerjasama dan perkembangan ekonomi semua negara ASEAN itu sendiri.

Dalam bidang ekonomi Negara-Negara ASEAN telah menyepakati perjajian perdagangan bebas plus china (CAPTA) yang berlaku mulai tahun 2010 yang lalu, Selain itu Negara-Negara ASEAN rutin melakukan pertemuan Komprensi Tingkat Tinggi ASEAN (KTT ASEAN) dimana pada tahuan 2011 ini Indonesia menjadi tuan rumah.  KTT AEAN membahas tentang perekonomian, politik dan keamanan Global yang terjadi, sehingga Negara-Negara ASEAN mempunyai peranan penting dalam pergerakan politik maupun ekonomi global dimana jika mereka melakukan sendiri-sendiri tidak berdampak besar dikarenakan Negara-Negara AEAN adalah Negara yang berkembang.

Selain itu pada tahun ini telah dibentuk pasar modal bersama (AEAN Exchange) yang terdiri dari 30 saham paling bagus dari setiap Negara dan sudah enam negara yang sudah bergabung dalam ASEAN Exchange yaitu Malaysia, Brunai, Philipina Thailand.Singapura dan Indonesia.

Semakin banyaknya perjanjian-perjanjian antar Negara-Negara ASEAN khususnya dalam bidang ekonomi menyebabkan kebutuhan alat transaksi yang global untuk Negara ASEAN sehingga kerjasama yang dilakukan lebih efektif. Penggabungan mata uang walaupun menjadi kebutuhan tetapi bukanlah hal yang mudah untuk direalisasikan dimana dibutuhkan analisa yang tepat apakah penggabungan mata uang akan memberikan dampak yang positif atau malah negatif.

Terlepas dari dampak negatif dan positif dalam penggabungan mata uang ASEAN kita membutuhkan alat tukar yang bisa digunakan dan bernilai dimanapun dan kapanpun tidak hanya sekedar kertas yang selalu berubah nilainya dari segi ekonomi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar