bagaimana pun kita adalah makhluk pembelajar...


Oleh : Ijank Kumalau

Jodoh sudah ada yang menentukan,
semua yakin bila di hatinya ada iman,
berbaik hatilah dengan sesama terlebih bagi yang kita
mengaku sayang, bahkan yang tidak ada iman karena mereka juga bagian dari alam,

::: bukankah kita kosong dari apa yang tidak kita ketahui itu ??!!

komitmen dengan sesama dapat menjadi kebaikan bila di idahkan,
meskipun harus tetap dalam bingkai komitmen di awal kejadian bersama Tuhan,
tidak perlu pergi, bukankah shilaturohim hadir sebelum jalinan kasih.

::: semoga sebagai manfaat bagi yang mengakui ketidaksempurnaan Kumalau,dan meyakini akan ketiadaan cacat pada Dzat Pemilik alam.

"Bagi jiwa yang mana saja
yang sedang jatuh cinta,
tidak ada pemandangan
yang lebih melukai hati
dan menyadap kering
sari kehidupan dari hatinya,
kecuali menyaksikan yang dicintainya
jatuh cinta kepada orang lain"
Siapapun, hatinya akan menangis dengan keadaan ini...

kenapa selalu menangis, karena
tidak ada kepedihan
yang lebih pilu
daripada cinta
yang tak dapat memiliki.

Kumalau bertanya pada hatinya,
sampai kapan terus menangis,
apakah itu sebagai tangis haru penuh syukur
atau tangis sedih semata?

cinta adalah kekuatan kemanusiaan terbesar
itu ujar pak Mario,
namun kebesarannya
belum mampu menandingi ketulusn hati
ujar adinda Kumalau,
tulus bukan berarti menghapus,
tulus, mengembalikan harapan pada Tuhan.

tersenyumlah !
satu cara menjaga ketulusan hati
juga mengundang kasih sayang (rahmat) NYA
Ia punya rencana atas apa yang belum tercapai,
usap air mata !
atas keinginan belum terpenuhi... ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar