Blackberry-ku Sayang Blackberry-ku Sialan

Tiga atau empat tahun yang lalu ketika hp blackberry menjadi penomena di negri ini, tidak ada yang spesial dari hp ini, harga selangit dengan kualitas biasa dengan BBM sebagai pembeda dari lainnya. Penomena itu sendiri sangat unik, hanya karena handphone BB di pakai oleh seorang calon presiden Amerika yang pernah tinggal di Indonesia. Sebuah penomena yang sering terjadi di Negri ini, tetapi itulah keunikan Negri ini.

Sebuah keunikan penomena yang sering terjadi itu sendiri belum bisa ditentukan apakah hal itu adalah kelebihan atau sebuah kelemahan dari cara berpikir dan bertindak asarakat/konsumen Indonesia, dalam menyikapi sesuatu. Yang jelas kita harus bisa memanfaatkan keadaan yang ada dan jangan hanya terbawa gengsi yang hanya merugikan diri kita sendiri.

Saya sendiri pernah merasakan hebatnya penomena blackberry, berbekal BB gadaian selama dua bulan membuat saya merasa menjadi orang yang hebat, ketika teman melihat apa hp yang saya pegag mereka memuji, atau meminta untuk bisa sekedar memegangnya. Walaupun dalam menggunakan fitur yang ada agak sedikit mengecewakan, dimana dengan harga yang selangit hanya mendapatkan kualitas yang biasa. Bahkan bisa dibilang sangat tidak sesuai dengan harganya dibanding dengan HP yang bermerek lain-nya. Tetapi kepuasan yang datang dari sekitar saya yang melihat saya sebagai pengguna BB pada waktu itu membuat harga yang diberikan seakan-akan pantas.

Lain dulu lain sekarang, sekarang Blackberry mejadi Vendor HP yang menawarkan HP berkualitas tinggi, menggunakan tehnologi terbaru dengan harga yang bersaing dengan vendar papan atas seperti sonny, Nokia dan sebagainya. Hal itu bukan tanpa sebab mereka bisa mengembangkan tehnologi-nya berkat prilaku kita dahulu yang membeli barang tanpa melihat kualitas barang. Dengan harga tinggi tanpa kualitas mereka mendapatkan keuntungan yang besar dan akhirnya mereka bisa meningkatkan kualitas mereka, karena mereka punya modal hasil dari memanfaatkan penomena di Negri ini.
Untuk saat ini menggunakan blackberry menjadi biasa tetapi menjadi sesuatu yang menggoda ketika sudah banyak orang menggunakannya.

Blackebrry-ku sayang blackberry-ku sialan, BB sudah menjadi HP yang berkualitas tinggi dengan harga yang bersaing, sayang seribu sayang sebagai pengguna terbesar Indonesia tidak dilirik sama sekali oleh RIM sebagai pemiliki Blackberry untuk dijadikan mitra dalam berbisnis, saat ini Indonesia hanya sebagai pengguna BB terbesar keempat didunia dan RIM tidak mempunyai kerjasama bisnis dengan Indonesia, mereka lebih memilih malaysia dan lainnya dibandingkan Indonesia.

Sungguh disayangkan pengguna BB yang begitu besar di Negri ini hanya untuk menghamburkan devisa, padahal jika mereka mau membuka pabrik di Negri ini setidaknya uang yang kita belanjakan untuk membeli BB akan ada yang kembali berputar di indonesia, tidak keluar begitu saja seperti saat ini. Padahal Devisa yang keluar jauh lebih besar dari devisa yang masuk ke Negri ini.

RIM sebagai vendor blackberry juga tidak bersahabat dengan kita buktinya RIM harus dipaksa Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) dan Depkominfo dulu baru mau buka service centernya di negara kita. Padahal tanpa itu kita hanya akan menjadi konsumen BB tanpa pelayanan apabila terjadi kesalahan bahkan jika itu kesalahan atau kerusakan, hal itu tidak masalah jika datang dari kita, tetapi itu menjadi masalah jika itu kesalahan produk yang seharusnya perusahaan bertanggung jawab. Masih banyak lagi kewajiban RIM untuk konsumen Indonesia yang tidak mereka jalankan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar