Blackberry Tidak Membuka Pabrik Di Indonesia

Indonesia sebagai pengguna Balackberry terbesar tidak berpengaruh dalam pemilihan pembukaan pabrik baru balckberry. Balckberry malah membuka pabrik barunya dinegara malysia, hal ini mungkin sangat membuat kecewa dimana dengan begitu maka tidak ada imbal balik yang diberikan. Setidaknya jika blackberry membuka pebrik di Indonesia maka tidak akan terlalu banyak devisa yang keluar, selain itu akan membuka lahan kerja baru bagi rakyat.
Blackberry sendiri menjadi penomena di Indonesia, padahal di luar negri blackberry tidak begitu penomena bahkan terkesan kalah dengan saingannya. Kita sebagai rakyat harus jeli dalam memilih produk bukan hanya dari segi gaya, tetpi harus juga dari segi kebutuhan dan segi ekonomi apakah penggunaan produk yang kita pakai membarikan dampak negatif atau fositif dimana hal ini sangat berpengaruh terhadap perekonomian nasional.
Jika Blackberry membuka pabrik di Indonesia setidaknya penggunaan blackberry tidak terlalu menguras devisa, tetpi ternyata RIM lebih memilih negara lain sebagai tempat produksinya. Dengan keadaan seperti itu kita sebagai konsumen harus bisa memilih apakah tetap menggunakan blackberry sebagai alat telekomunikasi atau produk lain seperti produk lokal yang jelas sangat membantu perekonomian nasional atau produk luar yang diproduksi di zindonesia yang tidak terlalu menguras devisa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar