The Fingers

Oleh : Janzuar Ramadhani


Coba lihat tangan anda !
Hitung jarinya !
Jika jumlahnya ada 5, berarti anda sudah termasuk orang-orang yang beruntung.
Jika anda ngin merasa lebih beruntung, baca tulisan ini ampe kelar. Niscaya anda akan menjadi bagian dari orang-orang yang bersyukur.

Jari manusia. Normally, generally, kodrati, jumlahnya lima tiap tangan.

Jari yang pertama adalah telunjuk.
Wah, dah mulai ga bener nih. Secara kodrat, manusia selalu memulai segalanya dari tepi, dari kiri misalnya, kanan, atas, atau bawah. Tapi karena manusia itu emang melakukan segala hal dengan seenak jidat, maka yang terjadi adalah penempatan telunjuk di urutan petama.
Liat aja, semua orang membuat angka 1 dengan telunjuk.
Coba tanya adik kecil anda, “3 – 2 berapa?”
Mereka pasti mengangkat telunjuk mereka, bukan yang lain.
Gimana kalo mereka mengangkat jari tengah? Wah parah, toyor aja ade lo!
Telunjuk dipake buat nunjuk sesuatu, misalnya ngasih tau ada bintang jatoh, or copet, atau buat nunjukin arah. Meskipun masih ada aja orang yang nunjuk pake jempol kayak kebanyakan penjaga villa di puncak.
“Villanya mas, kosong, murah kok. Mau sekalian saya cariin temen nginep?”
Selain buat ngasih tau arah atau sesuatu, telunjuk juga terbukti ampuh buat nyuruh-nyuruh. Banyak orang yang pake cara ini, mulai dari guru-guru sampe bos-bos di mana pun.

Jari yang ke dua adalah jari tengah. Jari ini sangat berguna untuk mengungkapkan perasaan. Contohnya perasaan saya pada Miss Busy.

Jari manis.
Ga jelas dari mana sumbernya, jari ke tiga ini disebut jari manis. Harusnya, kalo satu jari disebut jari manis, jari yang laen juga bisa jadi jari pahit, jari asem, ato jari asin.
Tapi kaena jelas-jelas jumlah kosa kata di dunia ini terbatas, maka ga heran kalo manusia menyamakan rasa gula dengan wajah Chelsea Olivia.
Apakah rasa Chelsea Olivia manis seperti gula?
Coba aja jilat…
Gimana tampolannya?
Oke, itu tadi yang ga jelas. Yang jelas, jari yang satu ini dipake buat make cincin. Itulah kenapa orang menamainya jari manis.

Nah, ini dah disinggung tadi. Kalo sebelumnya ada jari manis, maka jari ini pantas disebut jari asin. Lho?
Karena orang menggunakannya untuk ngupil.
Coba aja jilat upil anda, halah..bukan ding, salah, kelingking anda setelah ngupil, maksudnya.
Apa rasanya? Hahaha…
Tapi ternyata, ga semua orang ngupil pake kelingking.
Sebagian orang ngupil pake jari laen, seperti telunjuk atau bahkan pake jempol, atau yang lebih ekstreem, pake jari temennya !!!

The last finger: Ibu jari alias jempol
Jari terakhir ini layak disejajarkan dengan Sarah Azhari. Lho?
Karena dia itu single parent.
Lagi-lagi ini disebabkan oleh ke-seenak-jidat-an manusia.
Masa jempol dibilang ibu jari? Kapan nikah ama Pak Jari?
Ya udah lah, mungkin karena bentuknya yang agak-agak gendut, dan kebanyakan ibu-ibu berpostur seperti ini, maka jari ini disebut ibu jari.
Padahal kita sama-sama tau,
…kao jari-jari manusia tidak beranak dan tidak diperanakkan
Lam yalid wa lam yuulad
Lalu apa yang terjadi jika jari-jari kita berkembang biak?
Waduw!...Bayangin aja deh ndiri.

Terus, apa fungsi ibunya jari-jari ini?
Weit, jangan anggap remeh bung!
Ibu jari anda sangat berharga…
Marilah kita dengar satu ungkapan…
“Cinta itu dari mata turun ke hati, dari hati…
Turun ke jempol”
Ngapain?
SMS lah, abang none encang encing nyak babeh…
Tanpa jempol, kita akan mati gaya.

Tidaklah mengherankan jika penelitian mengungkap rahasia keunggulan manusia 10 tahun terakhir ini dibanding manusia-manusia sebelumnya:
Karena manusia sekarang punya jempol yang super-duper lincah, gila…
Bayangkan, dalam waktu kurang dari 60 detik, mereka mampu menekan 12 kombinasi tombol mungil yang menghasilkan 200 bahkan lebih karakter bermakna.
Subhanallah.

Di sinilah kebesaran tuhan. Manusia sejak zaman Adam belum tau, apa sih fungsinya jempol selain untuk mendukung jari-jari yang lain?

Selamat! Anda termasuk orang-orang yang merasakan manfaat jempol yang sesungguhnya.

Jika anda sudah menjadi bagian dari orang-orang yang bersyukur…
Jangan ragu-ragu untuk sms ke sini 0857 111 888 74

Tidak ada komentar:

Posting Komentar