Hanya Masalah Waktu "Apa Jadinya Hidup Tanpa Jam"


"Apa Jadinya Hidup Tanpa Jam" kata tersebut keluar dari seorang pembawa acara salah satu acara stasiun televisi, mungkin kata tersebut hanya untuk membuat suasana dan pikiran pemirsa menjadi lebih fokus pada tayangan yang akan dihadirkan mengenai jam. Mungkin kata tersebut hanya akan membawa pemirsa yang melihat lebih tertarik pada tayangan yang dihadirkan. Tetapi bagaimana seandainya hidup benar-benar tanpa jam.

Jam adalah alat untuk mengetahui waktu, dengan jam kita mengetahui waktu kapan kita berangkat kerja, masuk sekolah, waktu buat apel pacar dan sebagainya. Tetapi apa jadinya jika jam tidak ada. Apakah dunia akan lebih kacau dari saat ini.

Tanpa jam hidup sama saja bahkan mungkin lebih baik hal ini terbukti dengan kehidupan orang-orang dahulu sebelum jam itu ada, mereka lebih menghargai waktu, mengerti artinya untuk tepat waktu dan tidak terlambat. Tidak seperti saat ini dimana-mana ada jam yang menunjukan waktu tetapi kita hanya menghabiskan waktu yang kita tahu hanya untuk sesuatu yang tidak bermanfaat, terlambat adalah kebiasaan kita.

Yang jelas tanpa atau dengan jam kita harus bisa menghargai waktu, dengan semakin gampangnya mengetahui waktu seharusnya kita bisa lebih memanfaatkannya, tidak terlambat kerja, sekolah atau ibadah. Jam sebagai penunjuk waktu berada dimana-mana di dinding kantor, sekolah, rumah dan sebagainya bahkan handphone yang dipegang oleh hampir setiap orang saat ini didalamnya ada jam sebagai penunjuk waktu, dengan begitu tidak ada lagi alasan untuk terlambat, berleha-leha dan bersantai.

Mari kita hagai waktu yang ada, bukan hanya buat diri kita tapi bagi orang lain yang menggunakan waktu yang sama, seorang dosen yang telat masuk kelas hanya menghamburkan waktu mahasiswa, seorang PNS yang kerjanya ga jelas hanya merugikan rakyat, dan seorang pengnguran pun jika hanya diam saja maka bukan hanya mereka yang rugi tetapi juga orang lain.

Yang jelas itu hanya masalah waktu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar