ORE, SANJOU !!!


Cerpen Oleh : Kyai DJ Ian Sebastian Christian Demikian Kemudian Bach, cS.Si


Sore itu, seorang pemuda bernama Janzuar Ramadhany berjalan melewati ramainya suasana Jalan Pesanggrahan. Dengan mengenakan kaus putih bertuliskan “Emily isn’t lazy. She’s just happy doing nothing” yang dibalut sweater cokelat dan celana jeans murah, ia berjalan begitu santai tanpa memerdulikan keramaian di sekelilingnya. Hari itu, mas Janzuar telah melewati masa sulitnya. Lho, apa yang telah ia lakukan? Beliau ini abis ngerjain tugas di kost-an temen. Ooo…githu tho, biasa aja kale.

Ketika mas Janzuar melewati kafe inovasi, yang tidak kelihatan seperti kafe dan sama sekali tidak penuh inovasi, ia dicegat oleh gerombolan remaja yang tampang-tampangnya tidak seperti mahasiswa, meskipun sebenarnya mereka terdaftar sebagai mahasiswa mahasiswa.

Salah satu dari mereka yang berwajah lusuh, berambut gondrong dan menghisap rokok Dji Sam Soe yang sudah pendek bertanya pada Mas Janzuar dengan nada yang sangat tidak nyaman didengar, “Hei, crut, lo ian ya?”. Waaah, lupa. Mas Janzuar ini, oleh teman-temannya suka dipanggil ian. Tentu saja mas Janzuar yang jujur dan berbakti pada negara ini menjawab, “ya”. Si gondrong berwajah lusuh, atau si lusuh berambut gondrong itu kemudian terdiam sejenak, menghisap rokoknya dalam-dalam, membuangnya, meludah, kemudian berbalik menatap salah satu temannya, dan mundur.

Teman si gondrong itu maju, mendekati mas Janzuar. Tampangnya penuh kebencian. Wah, seram deh pokoknya. Tapi sebenarnya dia ganteng lho. Lebih ganteng dari mas Janzuar, jauh, hehe. Dia mengenakan pakaian yang bagus, udah gitu baunya harum. Pasti dia orang kaya. Si tajir itu kemudian menunjuk dada mas Janzuar yang kurus itu dengan telunjuknya yang lurus, kemudian ia angkat bicara. “Denger-denger, lo coba-coba gebet cewek gw…”. Lalu apa yang dikatakan mas Janzuar? “Aaah, itu cuma gosip”.

“Tziggh!!!” Sebuah pukulan keras mendarat di wajah mas Janzuar yang lembut. Hah, lembut?!!! Yah, ketauan deh, fiktif nih. Mas Janzuar jatuh tersungkur, ia tidak mampu bangkit melawan, karena ia pikir, bangkit itu malu. Malu karena minta melulu.

Si tajir itu menunggu reaksi mas Janzuar. Tidak ada perlawanan. Tetapi beberapa detik setelah itu…Momotaros memasuki tubuh mas Janzuar. Beliaupun bangkit, melepas dan melemparkan sweater cokelatnya kearah si tajir songong and the gank, kemudian memasang henshin beltnya dan berubah...“Henshin”. Mas Janzuar pun menjadi Kamen Rider Den-O, kemudian memandangi mereka satu per satu, dan berkata, “Ore, Sanjou !”.

Mereka terheran-heran. Dasar katro, mereka ga pernah nonton Kamen Rider Den-O. Mas Den-O bilang lagi ke mereka. “Eh, cuprut, bangsat, brengsek, plenyun, jarum pentul, pentol korek, ulekan bau, bulu ketek, lo semuanya…mw gw jadiin apa? Hah?!!!

“Mw gw jadiin kolak buat buka puasa? Apa mw gw jadiin cimol?”, mas Den-O bertanya.

Mereka Mundur pada takut.

Mas Den-O yang sudah geram lalu melempar si gondrong sampe masjid Fathullah. Si gondrong nyangkut tepat di menaranya. 3 points.

Teman-temannya pada lari, tapi mas Den-O berhasil menangkap si tajir. Ia sangat ketakutan. Ia takut diaduk-aduk oleh mas Den-O dan dijadikan adonan cimol. Ia ketakutan. Sumpah ketakutan banget. Badannya gemeteran. Persis seperti HP kalo ada SMS.

Mas Den-O balas menunjuk si tajir, tepat di jidatnya, yang dilihat dari isinya, sulit dibedakan dengan dengkulnya. Terus beliau bilang, “Eh, plankton! Lo baru maen-maen di Pesanggrahan aja dah songong. Baru punya cewek cebol aja dah sok ganteng. Gw injek penyet lo! Mao?!!!”. Si tajir kaget setengah mati. Mas Den-O bilang lagi, “Lemme tell u sumthin’, from the beginning till the end, I’m at the climax. Belom pernah ngerasain Hissatsu Attack gw ya?!!!”. Pedang Den-Gasher pun diambil dan mas Den-O bersiap-siap melenyapkan si tajir songong selamanya dari muka bumi, tapi tiba-tiba…

“Yan…yan!”. Terdengar sayup-sayup suara seseorang memanggil. Beliau memicingkan mata, berkonsentrasi mendengarnya. “Sepertinya itu suara Ocim”, pikirnya. “Tapi ngapain ocim manggil-manggil gw?”

“Yan, woooiii…! Banguuun!!! Kuliah ga lo? Dah jam setengah delapan tuh.”
Wakwaw…!!!

Cerita ini setengah fakta, setengah fiktif. Terserah bapak-bapak dan ibu-ibu mau menanggapinya gimana. Yang pasti, saya masih ada di sini dan masih kuat menghadapi cobaan tuhan. Hari ini saya boleh kalah, tapi suatu saat, saya juga bisa songong seperti mereka.

Kamen Rider Den-O, "Ore futatabi sanjou!!!"

2 komentar:

  1. slim, royalti ah... Rokok aja..
    -jajan-

    BalasHapus
  2. ntar ja yan klo dah profit ntar lw kbagian pembagaian laba,, hahahah

    BalasHapus