Sang Mahasiswa Si Penjilat Koruptor

Kata orang mahasiswa adalah benteng reformasi, mereka adalah benteng utama yang mengawal keadilan dinegri ini setelah penegak hukum dan pemimpin negara sudah tidak memikirkan rakyatnya. Tetapi mungkin pemikiran seperti itu sudah tidak ada lagi, sekarang rakyat sudah tidak lagi antusias dengan kegiatan mahasiswa dalam mengawal reformasi yang ditujukan untuk tercapainya penegakan hukum dan keadilan bagi seluruh rakyat khususnya rakyat kecil yang selalu tertindas.

Saya sendiri sebagai mahasiswa hanya merasa bahwa saya hanya mahasiswa yang dimanfaatkan oleh sebagian kecil para aktivis untuk menjilat pada para koruptor, setidaknya itulah yang terjadi. Mereka mengatas namakan perjuangan menuntut keadilan justru menjual kami kepada koruptor dengan segepok uang, berdalih untuk keperluan dalam sebuah aksi mereka memanfaatkan dan mengambil untung.

Ironis sebuah perjuangan dari jiwa yang paling dalam dimanfaatkan oleh segelintir orang dan dimanfaatkan utnuk keperluan sang koruptor juga. Sebuah perjuangan yang justru dijual kepada para tikus yang menggerogoti negri ini. Sebuah perjuangan yang justru tidak berdampak positif bagi negri ini dikarenakan segelintir orang yang hanya mencari untung.

Mencari keuntungan dengan mengatasnamakan mahasiswa sudah menjadi hal yang biasa, tetapi itu justru membuat aksi mahasiswa itu sendiri seakan-akan hanya drama yang tidak ada artinya. Tetapi itulah politik dia tidak akan membiarkan ruang bagi sebuah keadilan, dia akan masuk kemanapun yang bisa mereka manfaatkan.

Keadaan seperti itu bukan alasan untuk kita berhenti terus berjuang menegakan keadilan, itu hanya satu dari banyaknya masalah yang menghadang tegaknya keadilan di Negeri ini. Perjuangan harus terus kita lakukan biarpun kecil dampak dari kontribusi kita, tetapi akumulasi mahasiswa yang mencintai negeri ini dan menginginkan tegaknya keadilan yang begitu banyak maka akan menjadi kekuatan yang begitu besar. Jangan hanya tergoda dengan ajakan yang mengatasnamakan keadilan untuk sebuah aksi, kita harus tahu siapa yang mengajak, darimana dia berasal dan apakah ada unsur politik yang memanfaatkannya. Setidaknya jangan sampai aksi yang kita lakukan tidak semata meruntuhkan sebuah ketidak adilan untuk menaikan orang-orang yang juga tidak bisa adil.

Sebuah perjuangan harus terus dilakukan apapun rintangan yang dilalui, negara ini sedang menuju pada proses reformasi dimana banyak orang yang memanfaatkannya. Tetapi dengan banyaknya dukungan dari rakyat dan mahasiswa yang ingin negara ini menjadi negara yang bermartabat tentu saja reformasi yang terjadi akan lebih baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar