Gonjang Ganjing Ekonomi Dunia

Indonesia negara besar dengan jutaan penduduk, ratusan perusahaan besar BUMN maupun PT dan dengan ribuan UMKM, tetapi ekonomi Indonesia bisa diguncang oleh hanya beberapa investor, belasan atau bahkan investor individu bisa menggoyangkan perekonomian negara besar seperti Indonesia. Tentu saja ini sering terjadi dan seharusnya menjadi pertanyaan besar bagi kita atau setidaknya petinggi ekonomi negeri ini bertanya kenapa bisa terjadi seperti itu.



Liberalisasi ekonomi yang diharapkan bisa membawa kemajuan untuk dunia justru menjadi momok menakutkan bukan hanya untuk negara berkembang seperti Indonesia tetapi juga bagi negara maju sekalipun, sedangkan untuk negara miskin jangan tanya nasib mereka terlalu menyedihkan untuk dibahas. kerusuhan, aksi anarkis, kelaparan, bayi kurang giji adalah kehidupan sehari-hari mereka, sekali lagi saya tidak mau membahas mereka.

Uang Adalah Dewa Yang Siap Melayani Anda


Uang yang seharusnya hanya alat tukar saat ini menjadi dewa, apapun dilakukan untuk mendapatkan uang, dan lucunya lagi uang bisa beranak pinak dengan cepat tanpa bantuan transaksi ekonomi yang real. Tentu saja ini imbas dari sistem nilai mata uang yang mengambang dan sistem ekonomi lainnya yang mendukung untuk sikaya seperti pasar modal, buanga pinjaman, deposito, obligasi dan masih banyak lagi.

Dengan uang satu milyar maka anda punya dewa dia siap beranak setiap bulan dan anda sudah bisa berpoya poya dengan sebagian anak dewa tersebut sisanya tentu saja untuk memperbesar dewa yang anda punya.Cukup simpel bukan, tetapi tentu saja susah untuk penya dewa yang siap menjadi bawahan anda. Apalagi jika anda lahir dibawah jembatan bukan hanya karena miskin tetapi anda juga tidak tahu bahwa anda bisa memiliki dewa.

Kita harus bisa mengembalikan fungsi uang seperti semua, yaitu hanya sebagai alat tukar.

Pasar Modal Adalah Jual Beli Penjajahan


Anda ingin merasakan menjajah orang, maka belilah saham dengan begitu anda sudah punya orang yang anda jajah dimana mereka akan bekerja untuk kekaayan anda dengan gaji sesuai UMR yang pemerintah tentukan, dalam ilmu manajemen hal utama yang harus dijalankan adalah memberikan keuntugan yang sebesar-besar-nya pada pemilik modal, tidak percaya ??? maka tanyakan pada ekonom atau doktor dibidang ekonomi.

Jutaan orang bekerja sebagai buruh pada perusahaan dengan gaji sesuai UMR yang mungkin cukup mungkin tidak, yang jelas UMR dibuat untuk melindungi hak buruh (versi pemerintah). Sedangkan pemilik modal dia cukup melihat chart di beursa efek sambil menghitung laba, melihat para broker bekerja untuk mereka dalam jual beli saham perusahaaan yang mengerjakan jutaan buruh. Tentu saja kita harus berterima kasih pada mereka karena mereka adalah pemilik perusahaan yang mempekerjakan jutaan buruh sebagai imbal baliknya maka mereka mendapatkan keutungan dari modal mereka.

Selain itu pasar modal adalah tempat orang asing (eropa dan AS) untuk berinvestasi, dengan berinvestasi di pasar modal negara berkembang mereka meraup keuntungan yang besar. Pasar modal Indonesia sendiri dikuasai asing sebagaimana diketahui lebih dari 50% investasi dikuasai asing, saya tidak tahu berapa keuntungan yang dibawa keluar oleh para investor asing tersebut, yang jelas pasar modal Indonesia adalah pasar modal besar yang memilki ratusan perusahaan.

Dengan ber-investasi mereka tidak perlu lagi menjajah kita dimana mereka akan tetap mendapatkan keuntungan yang besar dari investasi, saya tidak tahu apakah kita yang bodoh atau mereka yang pinter atau pemimpin kita yang iblis. Untuk maju kita harus bisa lepas dari dominasi asing dan harus bisa mandiri.

Utang Negara, Kepada Siapa Kita Berhutang...?


Kalau berbicara utang negara saya sendiri bingung, mungkin karena saya adalah ekonom kelas teri yang sok tahu, tetapi untuk masalah utang ini saya benar-benar bingung dimana hampir semua negara di dunia memiliki hutang luar negeri entah itu negara maju seperti negar2 eropa, amerika serikat, cina dan jepang sampai negara miskin sudah pasti terbebani oleh hutang, masalahnya pada siapa negara itu berhutang.

Ada dua organisasi keuangan yang domianan yaitu IMF dan Bank Dunia, bukan bukan rahasia umum kalau itu adalah hasil pembagian kekauasaan antara eropa dan AS, dimana IMF adalah organisasi yang dikuasai eropa dan Bank Dunia adalah milik AS. Dengan dua organisasi tersebut mereka telah menguasai perekonomian dunia, mereka bisa mengatur kebijakan ekonomi negara lain agar sesuai dengan keinginan mereka. Dan saat ini hanya negara yang anti terhadap dua organisasi tersebut yang sukses seperti cina, sedangkan negara pengikut seperti Indonesia hanya dapat imbas negatif saja tidak ada bukti kalau IMF dan bank dunia bisa membuat negara maju yang ada malah makin hancur.

Krisis AS dan Eropa

Gunjang ganjing ekonomi tidak lepas dari krisis keuangan yang dialami oleh negara-negara Eropa dan Amerik Serikat dikarenakan krisis yang terjadi ini kemungkinan akan mempengaruhi hampir semua negara khususnya bagi negara berkembang yang tergantung pada mereka sperti Indonesia. Tidak ada yang menyangka kalau mereka akan kena krisis keuangan dimana mereka adalah penguasa ekonomi saat ini.

Tetapi bukan rahasia umum kalau mereka adalah pejuang HAM, keadilan dan perdamaian walaupun apa yang mereka lakukan jauh dari kata adil begitu juga dalam sistem ekonomi yang diterapkan dalam perekonomian internasional, dimana sistem yang ada hanya menguntungan pihak Amerika dan Eropa, dan seharusnya negara seperti Indonesia sudah harus mandiri dan lepas dari bayang-bayang mereka.

Masa Depan Indonesia


Bukan hanya indivisu yang punya masa depan setiap aspek kehidupan pasti juga punya masa depan begitu juga Indonesia, masa depan itu kita sendiri yang menentukan dimana Tuhan tidak akan merubah suatu negara kecuali kita sendiri yang mau merubahnya. Seperti diketahui perekonomian dunia sedang kacau balau, eropa dan amerika sedang membangun kekuatan, cina dan rusia juga membangun kekuatan begitu juga negara lain mereka semua sedang membangun kekuatan dengan mendirikan perkumpulan kelas atas. Lalu bagaimana dengan Indonesia.??



Bisa dibilang Indonesia masih sibuk dengan politik dalam negeri yang masih kacau, untuk perekonomian biasa seperti sebelumnya baru sadar ketika bahaya sudah didepan mata. Salah satu contohnya adalah ketika perdagangan bebas anatara negara ASEAN dan Cina diberlakukan, Indonesia kocar kacir karena gempuran perekonomian asing (impor) yang tidak diimbangi oleh ekspor sehingga banyak perusahaan khususnya UMKM kacau balau karena gempuran produk dari cina dan negara ASEAN dan mereka sendiri belum siap.

Menurut saya tidak mungkin ekonom Indonesia tidak bisa melihat gejala ekonomi global saat ini, tetapi masalahnya kenapa kita masih diam dan belum mempersiapkan diri untuk menghadapai segala kemungkinan buruk yang bisa kita terima dalam perekonomian. Kenapa pemerintah diam saja, dan kenapa rakyat tidak diberik arahan yang positif, kenpa kebijakan ekonomi tidak ada yang mengarah pada kemajuan ekonomi rakyat sehingga ketika terjadi badai ekonomi kita akan mampu menahannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar