Apa yang telah Kita Berikan Untuk Indonesia

kenapa setiap aspirasi harus selalu dengan kekerasan, apakah para pemimpin negeri ini memang hanya untuk koruptor, apakah pemimpin yang benar-benar memperjuangkan kepentingan rakyat hanya dalam hayalan saja. Masih banyak lagi pikiran yang ada dalam pikiran ini, kenapa negeri ini seakan-akan tidak ada habisnya dari para koruptor, dari para pemimpin yang haus kekuasaan dan kekayaan.

Satu yang saya coba yakinkan dalam diri bahwa apa yang terjadi pada kita adalah hasil dari apa yang kita perbuat, mungkin kita mencela dan mengutuk pemimpin saat ini tetapi jika kita berada dalam posisi yang sebaliknya apakah itu juga akan menimpa kita, setidaknya ini harus kita pahami dan mencari solusi supaya kedepannya tidak berulang-ulang keadaan seperti ini setiap terjadi pergantian kekuasaan.

Setelah terjadi reformasi tahun 1998 setidaknya sudah terjadi pergantian pemimpin dan pemerintahan beberapa kali, bahkan sebagian besar pergantian tersebut dilakukan dengan cara demokrasi yang paling demokrasi yaitu pemilihan secara langsung oleh rakyat, sehingga setiap individu memilki hak yang sama dalam menentukan pilihan.

Tetapi beberapa kali pergantian yang terjadi tidak memberikan dampak baik walau sudah dilakukan secara demokrasi. Masih ada masalah dalam demokrasi ini setidaknya itu yang terlihat dari beberapa kali pergantian kekuasaan dalam pemerintahan. Dan itu masih menjadi tugas kita semua sebagai stake holder negeri ini, sehingga kedepannya pemerintahan kita lebih baik.

Salah satu masalah yang terjadi adalah politik uang masih menjadi primadona dan masih dilakukan oleh para calon, disini kita kurang bijak dalam menentukan pilihan, seharusnya jangan memilih pemimpin yang mengeluarkan biaya besar untuk menjadi pemimpin, ini tentu saja logika sederhana dimana biaya besar hanya akan membuat mereka korupsi, apalagi gaji sebagai wakil rakyat tidak seberapa.

Satu lagi yang harus dipahami dari politik uang adalah uang yang dipakai untuk keperluan politik uang itu tidak berkah, dan uang yang dikorupsi untuk menggantinya juga tidak berkah, mayoritas Rakyat Indonesia adalah Islam setidaknya paham bahwa uang yang tidak berkah tidak akan memberikan manfaat apa-apa, dan menurut saya ini terjadi dimana besarnya pendapatan negara tidak berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi karena cara perputaran uang yang tidak berkah.

Multi partai dinegeri ini juga terlalu berlebihan, partai yang ada sangat terlalu banyak sehingga membuat bias kekuasaan dan hanya membuat pemerintahan jadi kacau, menurut saya harus ada batasan partai yang diperboleh kan untuk mengkuti pemilu setidaknya jangan lebih dari sepuluh partai, kebanyakan partai bahkan sampai puluhan hanya membuta pemilu yang ada justru tidak efektif. Harus ada perbaikan sehingga pemilu kedepan kita bisa lebih baik.

Negeri ini begitu besar dan begitu banyak pemikiran, walau begitu kita harus menghilangkan ego masing-masing untuk berjalan searah dalam membangun negeri ini. Berlawaan arah dalam mengayuh hanya akan membuat perahu negeri ini diam dan akan hancur.

Masih banyak pekerjaan rumah bagi kita untuk membangun negeri ini, bukan hanya pemperbaiki keadaan pemerintah yang bobrok saat ini, setidaknya ada perputaran yang terjadi dan mungkin kita akan menjadi bagian dari pemerintahan pada saat yang akan datang, dan apakah kita mampu untuk lebih baik atau sama saja menjadi bulan-bulanan caci maki, dan hujatan rakyat.

Meminta hak mungkin penting tetapi kewajiban kita juga membangun negeri ini, dan apa yang telah kita lakukan dan berikan untuk negeri ini harus dipertanyakan pada diri sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar