Atas Nama Rakyat Bukan Atas Nama Kekuasaan

Politik menurut saya sudah mulai tidak karuan, bisa dibilang setiap keputusan yang diambil oleh para pelaku politik tidak ada yang benar-benar bertujuan untuk kesejahteraan rakyat yang sehrusnya menjadi prioritas utama. Penambahan utang, menjatuhkan pemerintahan dan menyelamatkan kelompok mereka masing-masing adalah wajah politik Indonesia saat ini.

Tidak ada politikus yang membicarakan masalah utang negara yang menguras APBN dan tiap tahun terus meningkat jumlahnya, tidak ada yang membicarakan perbaikan kinerja pemerintahan, masalah korupsi yang jalan terus dan masih banyak masalah negeri ini yang mereka acuhkan, mereka lebih suka pamer disana sini daripada bekerja untuk kepentingan rakyat.

Semua politikus berbicara dengan lantang didepan layar kaca tetapi pada kenyataan tidak ada yang berubah, berarti ada yang salah, gaji yang besar dengan tunjangan diatas rata-rata gaji yang diterima mayoritas rakyat negeri ini mungkin dianggap oleh mereka tidak cukup untuk memuaskan hsrat mereka, lalu kenapa mereka berbondong-bondong ingin menjadi wakil rakyat kalau gaji dan tunjangan yang pantastis itu masih kurang.

Masalah utama yang seharusnya menjadi perhatian khusus adalah masalah kinerja dan korupsi yang dilakukan oleh pemerintahan, bisa dibilang kinerja mereka masih jauh dibawah rata-rata dan tingkat korupsi yang dilakukan dari tingkat bawah sampai atas yang masih banyak. Harus ada perubahan yang berari tidak seperti saat ini yang jutru didiamkan saja, mungkin karena pelaku pelanggaran itu sendiri adalah mereka.

Atas nama rakyat seharusnya bukan hanya sekedar semboyan, harus ada tindakan secara tindakan yang akan membawa negara ini menuju kearah yang lebih baik, Indonesia adalah negara besar dan kaya, tidak seharusnya kita tertinggal dari negara lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar