Introspeksi Dari Alexa Rank

Alexa rank adalah salah satu rangking yang paling terkenal selain pagerank, dimana perhitungannya sendiri melihat dari jumlah pengunjung dan jumlah halaman yang dilihat oleh setiap pengunjung, intinya adalah jumlah page view menjadi faktor perhitungan dari alexa rank dan setiap situs akan diuritka dari atas sampai bawah sesuai dengan pengunjung dan pageview yang didapat situs selama tiga bulan terakhir.

Untuk urutan nomor satu secara global masih dipegang oleh google dan menurut saya posisi ini masih lama akan dipegang oleh mereka melihat layanan yang diberikan masih menjadi primadona disetiap negara, dimana tingkat kedua diduduki oleh facebook dimana fitur dan layanan facebook hanya sebatas layanan sosial network, walaupun mereka mulai memasuki sektor lain tetapi tentu saja layanan mereka masih kalah oleh google, selain itu google sendiri sudah masuk pada layanan sosial network sehingga tentu saja ini memberikan tekanan bagi facebook melihat facebook selama ini menjadi raja pada sektor tersebut.

Selain itu alexa rank juga terdapat dalam versi negara, untuk Indonesia sendiri facebook menjadi yang pertama, walupun begitu google.co.id, google.com, berada pada urutan kedua dan ketiga, juga blogspot, blogger, youtube yang merupakan layanan google masuk dalam sepuluh besar, untuk situs lokal sendiri hanya ada kaskus.us dan detik.com yang masuk dalam sepuluh besar situs versi alexa untuk negara Indonesia.

Untuk seratus besar versi Indonesia tidak kalah memprihatinka dari sepuluh besar dimana lebih banyak situs luar dibanding dengan lokal, hanya situs periklanan yang banyak berada disana, untuk layanan lain masih menjadi milik situs asing.

Rangking yang memprihatinkan tentunya dimana kita lebih suka memakai jasa orang lain daripada jasa sodara kita, walaupun begitu harus ada introspeksi diri dari pelaku bisnis layanan internet sehingga kenapa pengguna lokal lebih suka menggunakan layanan situs asing. Setidaknya jika hanya mengandalkan nasionalisme saja kurang cukup, harus ada upaya dari situs lokal untuk bersaing.

Sudah saatnya kita membangun dunia internet Indonesia, melihat perkembangan pengguna internet Indonesia yang terus meningkat setiap harinya, perusahaan dan situs lokal harus mulai berani bersaing untuk mengambil pasar lokal yang dikuasai asing, setidaknya pertempuran ekonomi bukan hanya milik pelaku bisnis offline, dalam dunia online juga tidak jauh berbeda, penguasaan oleh asing hanya akan membuat kita semakin terpuruk. Pelaku harus sadar bahwa mereka harus bisa memberikan layanan yang baik bahkan lebih baik dari situs asing sedangkan untuk pengguna harus sadar harus mendukung situs lokal dalam berkembang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar