Merubah Indonesia Adalah Merubah Diri Sendiri

"baginya (setiap manusia) ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya secara bergiliran di depan dan di belakangnya. Mereka menjaganya atas perintah Allah. sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tidak ada yang dapat menolaknya. Sekali-kali tidak ada pelindung bagi mereka selain dia." 
QS Ar-Ra'd Ayat 11 

Masalah Indonesia memang kompleks disatu sisi kita menyalahkan pemerintahan yang bobrok dimana-mana muali dari pemimpin teratas dari presiden, mentri dan DPR sampai kalangan bawah yang kinerjanya dibawah rata-rata, korupsi yang menjamur dan masih banyak masalah ditubuh pemerintahan kita, dibutuhkan kerja keras dan pengorbanan untuk merubah itu semua.

Disisi lain juga tidak kalah memrpihatinkan, pendidikan yang ada tidak mampu melahirkan orang-orang mandiri yang bisa mengangkat perekonomian. Pendidikan saat ini hanya melahirkan orang-orang yang siap menjadi buruh, padahal lapangan kerja sangat terbatas dan tidak mempu menampung semuanya. Seharusnya ada pendidikan yang mampu melahirkan orang-orang yang siap bersaing dengan negara lain dalam persaingan ekonomi.

Beban negara juga terlalu berat, kita kadang meminta dan terus meminta tanpa pernah berpikir apa yang telah kita berikan untuk negara ini. Memang benar negara adalah punya kita dan kita punya hak untuk meminta tetapi kewajiban kita juga untuk menjaga dan membangun bersama-sama. Sayangnya kita lebih suka meminta dibanding memberi dan kita lebih suka meruksak dibanding membangun.

Berjuang adalah kewajiban untuk semua rakyat, tetapi perjuangan juga harus terarah dan mempu membangun bukan justru membuat makin kacau. Kita harus pintar, jangan sampai perjuangan kita justru dimanfaatkan oknum dan kelompok yang hanya menginginkan kehancuran untuk Indonesia.

Ketika melihat orang lain tidak bisa makan, melihat orang lain sakit dan tidak bisa berobat maka jangan menyalahkan orang lain. Lihat terlebih dahulu pada diri kita, apa yang kita perbuat untuk mereka, manusia sejatinya adalah mahluk sosial membantu bukan masalah kewajiban tetapi kaharusan setidaknya itu yang membedakan kita dengan mahluk lain sebagai mahluk berakal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar