Bukan Pemukulannya Tetapi Narkobanya yang Penting

Berita saat ini memang lebih memikirkan kepentingan orang-orang besar, begitu juga dengan berita sidak yang dilakukan oleh BNN ke lapas Riau, bukannya membahas peredaran narkoba yang terjaring justru sibuk mempermasalahkan kasus pemukulan pada penjaga lapas yang diduga dilakukan oleh anggota BNN. Mungkin itu juga menjadi masalah tetapi menurut saya lebih penting mengikuti perkembangan dalam upaya pemberatasan narkoba.

Saya tidak tahu kenapa hampir semua media masa lebih fokus membahas tentang pemukulan yang terjadi bukan hasil yang didapat dari sidak tersebut yang menurut informasi berhasil menangkap basah beberapa napi dan petugas lapas yang terbukti menggunakan atau pengedar narkoba dalam lapas. Padahal saat ini jika ingin kasus berjalan secara lebih baik harus ada pantauan langsung dari masarakat.

Kasus dinegeri ini memang sangat mengecewakan, jika tidak terekpos oleh masarakat maka bisa dipastikan kasus tersebut akan begitu saja hilang dan tidak ada kejelasan kelanjutannya. Begitu juga dengan peredaran narkoba setidaknya harus ada ekpos media yang mengawal pemeriksaan dan tindakan lanjut oleh yang berwajib, tanpa itu mereka akan terkesan ogah-ogahan bahkan terkesan melindugi.

Masalah korupsi, pelanggaran hukum oleh petugas pemerintahan entah itu kejaksaan, polisis dan sebagianya memang harus ada pantauan langsung dari masarakat, tanpa itu kasus hanya akan menjadi arsip dan dibiarkan begitu saja. Setidaknya itu yang terjadi selama ini, mungkin ini dikarenakan kasus seperti ini biasanya berkaitan dengan oknum pemerintahan itu sendiri, dan bukan rahasia lagi kalau pemerintahan kita ini bobrok dimana-mana.

Pemukulan yang dilakukan oleh petugas BNN terhadap penjaga lapas perlu diselidiki dan dicari kebenarannya, tetapi hasil yang didapat dari sidak tersebut juga perlu ditindak lanjuti secara serius, dan itu membutuhkan perhatian kita. Tanpa perhatian kita kemungkinan kasus tersebut hanya akan mengendap begitu saja tanpa ada kejelasan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar