Hukuman Untuk Koruptor Belum Memberikan Efek Jera

Sangat disayangkan ketika kita berjuang memerangi korupsi, ternyata para pemimpin kita lebih sibuk membela teman-teman mereka yang terjerat kasus korupsi bukan memerangi korupsi itu sendiri. Partai politik sebagai bahtera sebuah perplitikan yang seharusnya menjadi penyaring orang-orang terbaik untuk membawa negara ini kearah lebih baik, justru hanya menjadi tempat untuk koalisi korupsi yang dilakukan oleh kader mereka.

Ironis demokrasi yang diperjuangkan dengan darah dan pengorbanan belum mampu membumi hanguskan koruptor yang masih meraja lela ditubuh pemerintahan, tetapi rakyat sebagai stakeholder negeri ini harus terus berjuang untuk membawa negeri ini kearah lebih baik, tidak ada yang bisa memajukan negeri ini selain kita sebagai rakyat.

Salah satu faktor yang sangat disayangkan adalah hukum dalam undang-undang untuk kasus korupsi yang sangat rendah, seharusnya ada perbaikan dalam undang-undang yang menyangkut korupsi, setidaknya undang-undang saat ini tidak memberikan efek jera terhadap pelaku dan para pemimpin dan pekerja pemerintahan. Harus ada perubahan yang besar didalamnya setidaknya hukum harus diperberat, menurut saya korupsi setara dengan kasus terorisme, harus diberikan hukuman seberat-beratnya.

Tetapi apadaya koruptor adalah orang-orang yang membuat hukum itu sendiri, tentu saja mereka akan memilih dan berupaya untuk membuat hukum yang ringan sehingga mereka bebas untuk korupsi, mungkin seperti inilah pemikiran mereka yang ada dikursi kekuasaan. senagai rakyat kita harus menuntut keadilan, tanpa tuntutan dari rakyat pemimpin kita hanya sibut tidur diruang megah gedung yang dibangun dari keringat rakyatnya.

Keadlina itu datang dari rakyat dan untuk rakyat, pemimpin dan pekerja pemerintahan sejatinya adalah abdi masarakat yang mana tidak ada yang mengawasi dan menilai mereka kecuali rakyat itu sendiri. Berdiam diri melihat korupsi dimana-mana bukan solusi, kita harus terus mendorong adanya perbaikan untuk negeri ini sekecil apapun itu akan tetap memberikan perubahan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar