Korupsi 3 Miyar Di hukum 4 Tahun Penjara

Aneh memang hukum dinegeri ini, hukum sangat mudah menjerat kaum kecil tetapi sangat lunak terhadap kalangan atas. Kita sudah bosan melihat orang yang dihukum hanya karena mencuri sandal atau sebagainya, tentu saja ini sangat penting dimana hukum tidak boleh memandang besar kecilnya sebuah kesalahan untuk menjatuhkan hukuman. Teteapi yang bikin saya kecewa aalah hukum bagi para terdakwa dari kalangn atas yang sehrausnya dihukum seberat-beratnya justru dihukum dengan hukuman yang begitu ringan.

Sangat tidak rasional jika kasus korupsi disamakan dengan maling ayam tetangga, menurut saya korupsi itu setimpal dengan terorisme harus dihukum seberat-beratnya bahkan hukuman mati. Tetapi sepertinya hukuman yang berat bagi koruptor akan sulit dicapai dimana yang bikin undang-undang itu sendiri dibuat oleh koruptor, jadi kita harus terus berdoa dan berjuang agar korupsi dinegeri ini hilang.

Hukum yang ringan bagi korupsi sangat tidak manusiawi dimana korupsi adalah membunuh rakyat secara berlahan. Sayangnya hukum dinegeri ini tidak memihak pada akyat, hukum lebih suka membela orang diatas, lihat saja banyak koruptor yang sudah diponis dia masih bebas berkeliaran kemana-mana. Hukuman yang ringan, remisi dan pengurangan hukuman yang mudah didapat dan bebas bergerak masih didapat oleh koruptor.

Lucunya para wakil kita sangat lantang membela teman mereka yang koruptor, berbeda dengan saat membela kepentingan rakyat yang loyo bahkan tidur. Mudah-mudahan kita lebih bijak dalam memilih pemimpin untuk mewakili kita dipemerintahan, menurut saya era informasi saat ini kita lebih tau wakil mana yang layak untuk kita pilih dan mana yang tidak layak.

Terus lantang dan terus berbenah adalah solusi menuju Indonesia yang lebih baik, tidak ada kata diam kita harus terus memperjuangkan keadilan dan kemajuan kita bersama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar