Malas Bermain di Money Game

Sebenarnya untuk blog dengan jumlah pengunjung hanya puluhan orang perhari paling enak bermain di money game, MLM, HYIP dan lainnya, hanya tingal ditambah kata-kata manis dan rayuan untuk promosi. Cuma sayangnya kelemahan dari bisnis seperti itu adalah bisni yang cepat hilang atau bangkrut, selain itu bisnis seperti ini adalah program yang menawarkan jani-janji muluk, walaupun bisa didapat tetapi tentu saja dibutuhkan kerja keras dan faktor keberuntungan yang sangat penting.

Selain itu sisi sosialnya juga kurang, diman bisnis seperti ini banyak dibenci oleh orang-orang, ini wajar dimana dalam bisnis seperti ini biasanya puluhan orang akan mendapat untung dan ribuan orang akan gagal atau tertipu dan jika ribuan orang bisa sukses dari bisnis seperti ini maka butuh berjuta-juta orang untuk menjadi korban, itu yang sering terjadi. Dan tentu saja ketika menawarkan produk seperti ini pada pengunjung blog ada resiko dimana ketika mereka dirugikan maka bukan tidak mungkin blog juga akan ter cap jelek.

Orang-orang juga biasanya yang bermai dalam bisnis online seperti ini menggunakan data pribadi yang rahasia, dan tentu saja mereka mengandalkan kemampuan dalam optimasi dan marketing yang dimiliki. Tahu sendiri lah marketing saat ini lebih cocok dikatakan sebagai pembohongan dari pada promosi, liat aja iklan-iklan di media TV atau internet yang bertebaran dimana mayoritas hanya pembohongan publik yang membuat konsumen bingung.

Kalau dari segi Agama, saya tidak mau berkomentar lebih baik cari rujukan lain yang lebih kompeten dibidangnya, kalau perlu tanya depag langsung siapa tahu mereka mau memberikan fatwa yang jelas tidak seperti saat ini yang mana, fatwa yang mereka keluarkan kebanyakan hanya untuk kepentingan bisnis bukan kepentingan rakyat sebagai konsumen.

Kalau pandangan saya sendiri terhadap bisnis seperti ini adalah lebih baik dihindari (kalau bisa) selama ada bisnis lain yang bisa dilakukan, walau bisa mendatangkan keuntungan yang besar dengan resiko yang besar, bisnis seperti ini berdampak sosial sangat buruk, seperti harus mengajak orang lain untuk dijadikan korban dan ketika mereka gagal maka itu akan membuat mereka bukan hanya menghujat bisnis yang diikuti tetapi juga yang ngajak.

Terlepas pro dan kontra yang ada kesimpulannya lebih baik ditinggalkan selama masih ada bisnis lain yang bisa dijalankan, sedangkan fatwa dari MUI atau depag sendiri tidak jelas, walau begitu jiam masih ingin tetap menjalankannya setidaknya harus ada analisis dari setiap individu sebelum dijalankan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar