Pemilu, Uang Panas Dan Pesta Rakyat

Saya paling suka suasana pemilihan umum apalagi jika pemilu raya yang dilakukan lima tahun sekali sedang berlangusng, bukan karena kita akan mendapat pemimpin baru atau wakil baru apalagi bisa memilih kucing dalam sangkar untuk dijadikan pajangan di gedung DPR dan Istana tercinta kita. Yang saya suka dari pemilihan umum adalah perekonomian yang akan bergerak positif, perputaran uang akan tinggi, rakyat kecil akan kebanjiran rejeki yang akan disiramkan oleh para politikus negeri ini.

Rakyat kecil akan berpesta bisa berkeliling kampung dan sedikit uang saku yang dibagikan untuk membeli cemilan dan mainan untuk anaknya sudah lebih dari cukup untuk disukuri, mereka tidak peduli bagaimana proses uang itu sampai ditangan mereka, mereka juga tidak peduli dampak besar yang akan terjadi dari uang tersebut yang mereka pedulikan adalah mereka akan menikmati pesta besar bernama pemilu dan sedikit rejeki yang datang bagai gerimis membasahi tanah gersang negeri ini.

Mungkin para akademisi menganggap rakyat kecil itu bodoh masih ketawa padahal dipermainkan, para bangsawan mungkin mengira bahwa mereka telah memakan umpan teri yang telah disebar untuk menjaring kakap, tetapi mereka hanya bisa mengira tanpa tahu apa yang terjadi disana mereka hanya mengira kaena mereka adalah minyak yang tidak mau menyatu dengan air untuk mengetahui apa yang terjadi dibawah sana.

Tetapi rakyat masih bisa tertawa dalam laparnya walau kenyang mungkin lebih baik, rakyat masih bisa bersukur dengan kekurangan yang ada dan terus berusaha untuk lebih baik, setidaknya mereka akan berpesta ketika pemilihan umum sedang dilakukan walau rakyat sudah tahu pemimpin yang akan mereka pilih akan menggerogoti mereka.

Tidak ada yang salah dalam demokrasi, rakyat berkuasa terlepas dari uang yang juga berkuasa, kita hanya bisa terus berjalan menuju kearah yang lebih baik. Demokrasi kebablasan ala Indonesia menjadi bagian hidup kita dan kita tidak bisa mempungkirinya apalagi menghindar, semuanya adalah bagian dari kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar