Tema Cinta, Tema Usang Industri Musik Indonesia

Tema cinta memang sangat mengena untuk urusan komersial dalam industri musik Indonesia, tetapi jika hampir semua musisi mulai dari grup band, penyanyi solo sampai boyband dan girlband yang lagi trend saat ini membawakan tema cinta ini membuat dunia permusikan Indonesia kurang berwarna, bahkan terkesan hanya melihat sisi komrsil sedangkan sisi lain kurang dierhatikan.

Industri musik memang menjadi salah satu industri besar dalam dunia hiburan, persaingan ketat dan mempertahankan eksistensi menjadi bagian penting yang harus diperhatikan sayangnya banyak musisi yang mati suri akibat dua aspek tersebut. Musisi musik dan industri musik dua sisi berbeda yang kadang terlalu sulit untuk disatukan.

Musik memang menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia, musik menjadi alat untuk meng-ekpresikan diri dan perasaan, musik juga menjadi obat untuk luka yang dalam sekalipun dan masih banyak lagi bahkan musik menjadi saksi ketika seseoang berak bahkan ketika ngupil seklipun.

Lalu bagimana dengan antara cinta dan musik, kebanyakan musik sendiri bertema cinta. Cinta terhadap Tuhan, cinta terhadap pasangan, cinta terhadap lingkungan, cinta terhadap sesama jenis sampai cinta monyet beneran, semuanya menjadi obyek untuk sebuah musik. Cinta sejati, cinta bohongan, cinta setengah, seperempat sampai full mati adalah bagian untuk merangkai sebuah melodi dan syair sebuah musik.

Pecinta dan penikmat musik melankonis ironis praktis juga meningkat tajam, bahkan anak-anak (kalo masih bisa dibilang begitu) sekolah menengah pertama sudah terbiasa dengan urusan mamah-mamahan dan papah-papahan ala orang dewasa dan dampaknya sangat tinggi dimana permintaan industri musik terhadap musik melankonis bertema cinta meningkat tajam, ketika mereka sedang menikmati sebuah hubungan, perpisahan dramatis dari percintaan, sampai urusan penghianatan dan kebosanan akan mereka nikmati dengan jenis musik seperti ini.

Lalu bagaimana jika kita balik apa pengaruh musik bertema cinta yang menjamur terhadap kehidupan sosial diantara kita, apakah ada pengaruh jika musik seperti ini didengarkan oleh orang yang belum cukup umur dan oang yang udah kelewat umurnya, jika ada pengaruh apakah negatif atau justru positif dampak yang ditimbulkan tentu saja ini membutuhkan analisis bukan hanya sekedar menebak saja, dan ini bisa dijadikan bahan penelitian untuk orang-orang pecinta meneliti seperti mahasiswa dan lembaga-lembaga yang bergerak di bidang tersebut.

Yang pasti tidak ada yang salah dalam dunia kapitalis, semua adalah benar semua ditentukan oleh uang, kekuasaan dan tentu saja tujuan. Manusia boleh saja ingin yang lebih baik dalam segala hal tetapi pada kenyataannya kita lebih sering bergerak kearah yang berlawanan dari apa yang kita inginkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar