Satu Solusi Untuk Korupsi HUKUM GANTUNG



Mungkin kita sudah bosan mendengar dan mengikuti beita tentang kasus korupsi mega proyek yang selama ini banyak menghiasi media, bosan karena kasus tersebut pastinya sudah bisa ditebak tidak akan mampu menyeret dalang utama yang bermain. Tetapi beberapa hari ini berita tetang korupsi dinegeri ini mendapat pencerahan baru dalam menghangatkannya yaitu kasus korupsi pengadaan Al-Qur'an yang mencuat, mungkin uang yang dikorupsi tidak sebesar kasus korupsi hambalang, centuri apalagi BLBI yang bernilai triliunan tetapi yang menarik adalah pelaku yang mengkorupsi adalah departemen Agama.

Departemen agama mungkin sudah tidak asing dengan namanya korupsi, selama ini departemen tersebut dicap sebagai departemen sarangnya koruptor, tetapi tentu saja ini menjadi keprihatinan tersendiri dimata rakyat yang menganggap departemen agama adalah departemen yang mengurus keperluan rohaniyah dan tentu saja dibutuhkan orang-orang yang kompeten didalamnya. Orang-orang yang ada didalamnya memiliki kriteria tersendiri dibanding departemen lainnya, setidaknya mereka adalah orang yang berkompeten dalam urusan agama.

Dalam Agama sediri korupsi termasuk dalam dosa besar, semua agama mengharamkannya, selain itu semua agama menganggap kejahatan termasuk korupsi akan mendapat ganjaran hukum pada kehidupan selanjutnya. Dan sebagai departemen Agama seharusnya bisa bersih dari kasus korupsi melihat orang yang didalamnya, tetapi mungkin sebagian besar dari kita adalah orang-orang yang hanya berkedok ulama tetapi dalamnya sama saja, para pencari duniawi walaupun dengan jalan korupsi.

Tentu saja masalah korupsi pada departemen Agama menjadi PR yang besar bagi kita semua, terutama orang-orang yang ada didalamnya. Banyak sindiran dan omogan yang sini mengenai departemen Agama yang berimbas pada Agama itu sendiri, dan semoga korupsi pencetakan Al-Qur'an adalah kasus korupsi terakhir yang terjadi pada departemen Agama.

Korupsi dinegeri ini sendiri seperti sudah menyatu dengan urat nadi pemimpin dan pengurus negeri ini, rakyat yang nenggaji merea, rakyat yang memilih mereka tetapi mereka mencampakan rakyat dan membunuh rakyat secara berlahan. Ribuan rakyat terlantar dan dizolimi, tetapi korupsi itu sendiri masih belum bisa dihentikan. Upaya yang dilakukan dalam memberantas korupsi tidak mampu menghentikan estapet korupsi yang teradi.

Budaya korupsi yang masih belum berhenti memberikan pertanyaan apakah pengendalian dalam menghentikan korupsi selama ini sudah sesuai atau tidak, menurut saya masalah korupsi saat ini tidak akan habis jika melihtat hukuman yang diberikan yang menurut saya terlalu ringan sehingga kurang memberikan efek jera.

Untuk lembaga yang mengurus masalah korupsi menurut saya sudah cukup KPK, Mahkamah Agung dan Kepolisisan sudah cukup tidak perlu ditambah lagi yang hanya akan menghamburkan uang rakyat, yang dibutuhkan hanyalah perbaikan kinerja secara terus menerus. Selain itu banyak LSM dan ormas yang mengawal mereka terlepas dari kepentingan dan tujuan mereka.

HUKUM GANTUNG atau HUKUM MATI menrut saya adalah satu-satunya solusi untuk membasmi korupsi, tetapi masalahnya adalah pembuat keputusan ini adalah orang-orang pelaku korupsi itu sendiri.Sehingga dibutuhkan kemaun dan upaya rakyat untuk terus menggemborkan hukum berat untuk koruptor sehingga korupsi itu sendiri hilang dari negeri tercinta kita.

Sumber Foto : kaskus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar