Mudahnya Berbohong, Prihatin

Berbohong, mungkin hampir semua orang pernah berbohong, gue sendiri mengakui kalo gue sering berbohong. Tetapi berbohong itu kadang diperlukan, atau berbohong itu terjadi karena tidak ada pilihan, pengalaman pribadi kadang membohoni ustadz, dosen sampai orang tua, kadang suka menyesal dan merasa bersalah karena berbohong.

Tetapi bagaimana jika berbohong itu dilakukan didepan ribuan atau bahkan jutaan orang, parahnya lagi jika kebohongan itu terbongkar. Seharusnya itu adalah sesuatu yang luar biasa tetapi di Negeri ini berbohong didepan publik menjadi sesuatu yang biasa. Saking biasanya ketika kebohongan itu terbongkar mereka tidak malu untuk terus melanjutkan dengan kebohongan-kebohongan lainnya.

Nggak abis pikir gue gimana jadinya negeri ini kedepannya, disaat kita butuh perubahan kearah yang lebih baik sepertinya pemerintahan negeri ini memang berubah tetapi tetap saja sama tetap bejat dan hanya memikirkan pribadinya dan kelompoknya masing-masing.

Berbohong itu sendiri bukan hanya dilakukan oleh individu saja, partai dan lainnya terus saja berbohong, membela dengan membabi buta hanya untuk sebuah kekuasaan, hanya untuk atas nama solidaritas dan kekompakan, berbohong hanya untuk segelintir uang dengan mengorbankan rakyat.

Gue pribadi merasa tidak perlu repot-repot mencaci maki atau menyalahkan orang lain, cukup menyalahkan diri sendiri yang sering berbohong, dan berusaha untuk tidak berbohong lagi. Setidaknya negeri ini adalah cerminan diri kita sehingga tentu saja negeri ini adalah cerminan diri gue, jadi lebih baik mari kita rubah diri sendiri menjadi individu yang lebih baik. Jangan menjadi orang yang mudah berbohong apalagi membohongi publik dan rakyat, memebohigi diri sendiri saja dilarang apalagi membohongi orang lain. Prihatin,,,,

1 komentar:

  1. mungkin ini karena zamannya sudah mendekati titik akhir. miris juga dengan polah tingkah petinggi2 kita disana :(

    BalasHapus