Subsidi BBM Harus Dihapus

Bentar lagi kita akan dipimpin oleh presiden yang baru, siapapun yang terpilih semoga bisa membawa Negeri ini kearah yang lebih baik.

Salah satu masalah yang selalu panas untuk dibicarakan adalah subsidi BBM, terlepas dari manfaat yang didapat banyak masalah yang juga timbul seperti ekonomi nasional yang rawan terguncang jika harga BBM internasional naik, devisit anggaran dikarenakan besarnya biaya yang dikeluarkan dan masih banyak lagi.

Menurut saya subsidi BBM sudah tidak lagi relevan untuk dijalankan, dikarenakan kita sudah bukan lagi eksportir tetapi importir minyak sehingga membutuhkan biaya yang besar untuk subsidi. yang kedua inprastuktur seperti jalanan, saluran air bersih lebih dibutuhkan.

Subsidi BBM sendiri menurut saya lebih banyak digunakan oleh kalangan menengah keatas daripada maaayarakat bawah yang seharusnya lebih diutamakan.

Sayangnya sepertinya penghapusan subsidi BBM bukan perkara mudah, jangankan untuk menghapus untuk menguranginya saja itu perkara yang sulit ini terlihat dari rencana kenaikan harga BBM sebelumnya yang gagal, dampaknya APBN mengalami devisit yang cukup tinggi yang justru dibebankan pada APBN tahun depan.

Mungkin penghapusan subsidi BBM akan dirasakan dampaknya oleh masarakat tetapi jika tidak dihapus dampak jangka panjang yang lebih buruk justru mengancam perekonomian kita. Jadi menurut saya kita tinggal pilih tetap subsidi BBM atau menghapusnya dan mengalihkan ke sektor lain khususnya pembangunan. Dan saya memilih opsi kedua yaitu menghapus subsidi BBM yang sudah terbukti tidak mampu mensejahterakan rakyat dan hanya membebani pemerintah dengan biaya yang besar.
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar