Tolak Pemilu Kepala Daerah Oleh DPRD

Saat ini rame lagi tentang penghapusan pemilihan langsung kepala daerah dan kembali seperti dahulu yaitu dipilih oleh DPRD. Menurut saya pemilihan kepala daerah harus tetap langsung, dan menolak pemilihan kepala daerah oleh DPRD.

Sebenarnya hampir sama saja antara pemilu langsung maupun oleh DPRD, tetapi menurut saya pemilihan kepala daerah secara langsung oleh rakyat itu lebih adil dan lebih demokrasi, terlepas dari mahalnya biaya dan kecurangan yang terjadi.

Toh pada kenyataannya saya lebih antusias pada pemilihan presiden dan kepala daerah dibanding pemilihan calon dewan, contohnya pada pemilu sebelumnya hampir semua calon anggota dewan entah itu pusat atau daerah yang harus saya pilih tidak saya kenal, dan pada akhirnya saya harus mereka-reka siapa diantara mereka siapa yang harus saya pilih dan merasa bahwa yang saya pilih adalah calon terbaik untuk mewakili saya dipemerintahan.

Ini berbeda dengan pemilihan kepala daerah dan presiden saya merasa sedikit lebih mengenal sosok mereka dibanding dengan calon anggota dewan. Masalah kecurangan, politik uang dan mahalnya biaya pemilihan langsung itu resiko, toh pemilihan kepala daerah oleh DPRD juga tidak akan lepas dari resiko tersebut.

Banyaknya kepala daerah yang terjerat kasus korupsi, menurut saya ini hanya bagian dari demokrasi. Lama kelamaan calon kepala daerah sendiri akan sadar biaya besar untuk kampanya akan sia-sia dikarenakan celah untuk korupsi semakin sempit dikarenakan upaya penegakan hukum semakin kuat.

Jadi pada intinya pemilihan kepala daerah secara langsung adalah cara yang terbaik yang tidak boleh diganggu gugat, jika ingin lebih baik maka penegak hukum dan KPK lah yang harus kita perbaiki dan perkuat, bukan proses pemilihannya. Biarkan kita sebagai rakyat belajar untuk menentukan pilihan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar