Kenaikan Tarif Kereta Januari 2015

Rencana pemerintah akan menaikan tarif kereta pada awal januari tahun depan, kebijakan pemerintah yang mulai meruntuhkan kepercayaan gue sama pemerintahan Jokowi, ketika kabinet ramping tidak terealisasi, kementrian diiisi oleh para politikus dan menaikan harga BBM bersubsidi gue masih berusaha menerima dengan alasan- alasan pemerintah. Tetapi jika menaikan tarif kereta tetap dilaksanakan pada awal Januari bulan depan maka ada keraguan saya terhadap pemerintahan Jokowi.

Jika menaikan tarif tetap terjadi maka pertanyaannya bagaimana dengan nasib perekonomian makro kita, bagaimana nasib kaum kecil yang berarti setelah dua bulan dibebani dengan kenaikan BBM harus juga menanggung menaikan tarif kereta. Padahal dampak dari menaikan BBM saja dibutuhkan waktu paling cepat tiga bulan agar perekonomian kembali normal, lalu bagaimana dengan masyarakat jika harus menanggung kenaikan tarif kereta pads waktu yang bersamaan.

Menurut gw apapun alasan pemerintah dalam menaikan tarif kereta ini tidak bisa diterima, jika itu menekan pengeluaran pemerintah maka pertanyaannya adalah kemana dana dari menaikan BBM, jika alasan mereka untuk mengalihkan subsidi maka itu tidak masuk akal, apalagi setelah menaikan BBM pemerintah mendapatkan penghematan anggaran yang cukup besar apalagi harga minyak dunia juga sedang turun.

Gue bukan pengguna kereta ekonomi, tetapi yang gw tahu pengguna kereta ekonomi adalah dari kalangan bawah, maka bisa dibilang kenaikan tarif yang bahkan ada yang lebih dari 100% akan berdampak pads perekonomian kalangan bawah. Padahal menurut gue menaikan pajak Mobil dan motor pribadi itu lebih baik, dari padà harus memangkas subsidi buat kereta yang justru akan meningkatkan penggunaan kendaraan pribadi yang hanya akan menambah tingkat kemacetan dan kecelakaan.

Menurut gw seharusnya pemerintah melakukan perubahan terlebih dahulu, apalagi setelah menaikan harga BBM disaat harga minyak dunia turun ada banyak uang yang terselamatkan, dan tentu saja harus ada bukti nyata bahwa subsidi BBM sudah teralihkan dengan baik pada sektor produktif seperti yang digemborkan, jika itu Sudan terjadi apapun keputusan pemerintah maka masyarakat umum akan terus mendukung. Tetapi jika kenaikan tarif kereta ekonomi tetap dilakukan disaat belum ada bukti nyata dari kebijakan pemerintahan selama ini, justru hanya akan meningkatkan keraguan masyarakat kepada pemerintahan Jokowi yang baru.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar