Pilkada Serentak yang Kayaknya Kacau

Tiap hari liat berita pilkada serentak di televisi, internet dan media lainnya. Gua sendiri males buat ngikutinnya, paling selintas doang gara-gara liat judul berita dia media detik, kompas dan lainnya. Untuk baca beritanya nggak kepikiran. Gua lebih tertarik baca berita olah raga, perkembangan teknologi atau travel, buat berita politik paling males buat ngikutin.

Tapi bukan berarti nggak berpolitik, menurut gw setiap orang harus berpolitik, harus tau politik, dan tau arah politik dalam  menentukan masadepan kita dipemerintahan.

Salah satu isu politik yang lagi panas saat ini kayaknya tentang pilkada serentak, kalau nggak salah bakal dilaksanakan tahun ini. Untuk mekanisme nya sendiri gua nggak tau, gua cuma ngereka dari namaya aja pilkada serentak berarti pemilihan kepala daerah dilakukan bersamaan.

Ada banyak respon dengan diadakannya pilkada serentak, ada yang mendukung, ada yang setuju, dan tidak setuju, gua sendiri setuju dengan adanya pilkada serentak, alasannya sederhana meminimalisir biaya politik dan pemilihan kepala daerah.

Biaya demokrasi dengan pemilihan langsung emang besar, untuk kab bogor aja bisa menghabiskan uang milyaran cuma buat pemilihan bupati, selain itu gua juga harus memmilih gubernur diwaktu yang berbeda biayanya pasti jauh lebih besar. Belum lagi ada lurah yang juga harus dilakukan pemilihannya.

Masih banyak lagi pertimbangan-pertimbangan lain dalam hal menentukan pilkada serentak, tentu saja selain kelebihannya juga banyak kekurangannya atau sisi negatifnya.

Pilkada serentak tahun ini juga menurut gw terlalu buru-buru, melihat carut marutnya politik saat ini, mulai dari kisruh di beberapa parpol yang kayaknya nggak berujung, sampai KPU yang kayaknya tidak kompeten dalam melaksanakan tugasnya.

Jadi walaupun gua setuju dengan pilkada serentak bukan berarti harus dilaksanakan secepatnya, menurut gua ada banyak hal yang harus lebih diprioritaskan untuk dselesaikan, mulai dari pembenahan KPU, Banwaslu sampai pemahaman politik bagi masyarakat supaya hasil dari pilkada itu sendiri menghasilkan pemimpin yang terbaik bukan hanya sekedar mengganti tirani.

Pilkada langsung mudah-mudahan bisa membawa perubahan kearah yang lebih baik, walau mungkin menurut gua justru akan lebih kacau melihat semakin banyak celah bagi politikus untuk bebuat curang.

Bagaimanapun dan apapun sistem yang digunakan dalam berdemokrasi kita sendiri yang menentukan arahnya, cuma masalahnya maukah kita berubah dan berusaha untuk lebih baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar